UK Menghadapi Drought dan Palu Panas Akibat Krisis Iklim yang Semakin Memburuk
- Inggris dan Wales dalam kondisi kering resmi untuk kali ketiga dalam lima tahun terakhir
- Kehangatan ekstrim dan kurangnya hujan menantang tanaman, satwa liar, dan pasokan air
- Palu panas menyumbang pada kebakaran hutan dan mengungkapkan situs arkeologi yang lama hilang
Kondisi Kering Saat IniLaporan terbaru dari Agensi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Wales menunjukkan bahwa setengah Inggris dan seluruh Wales berada dalam kondisi kering. Hal ini merupakan peristiwa ketiga dalam lima tahun terakhir, menghighlight frekuensi semakin tinggi cuaca ekstrem yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Kehangatan musim panas ini telah menambah masalah pada cuaca yang kering, menyebabkan drought dan palu panas. Hal ini dalam gilirannya mendorong kebakaran hutan. Met Office memprediksi bahwa oleh 2070, musim panas di Inggris bisa sampai 60% lebih kering dibanding tahun 1990. Bulan Juli saja, api kecil merespons rekor banyaknya kebakaran hutan di seluruh Inggris dan Wales, dengan Thames di Reading mencatat level terendah sepanjang masa.
Perencanaan Jangka Panjang DiperlukanIlmuwan perubahan iklim Chloe Brimicombe dari Universitas Oxford menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang yang lebih baik. Dia mencatat bahwa musim ini memperburuk cuaca kering, menyebabkan drought dan palu panas, yang kemudian mendorong kebakaran hutan. Pola ini menggarisbawahi pentingnya menyesuaikan diri dengan perubahan iklim sekarang bukan nanti.
Drought yang berkepanjangan juga menyebabkan penemuan arkeologi yang tidak terduga. Bangunan Neolithic, Bronze Age, Iron Age, dan bahkan bangunan Romawi telah ditemukan kembali di area di mana tingkat air menurun. Misalnya, outline taman mewah abad ke-17 menjadi terlihat kembali setelah sebelumnya terungkap selama peristiwa hujan ekstrem.
Di area perkotaan seperti London, taman tetap merupakan ruang hijau penting meskipun kondisi kering saat ini. Royal Borough of Greenwich berharap cuaca normal untuk memulihkan tumbuhan dan tanaman di daerahnya yang kering. Councillor Adel Khaireh menyoroti dukungan dari sukarelawan lokal dan kelompok masyarakat yang membantu membersihkan pohon dan tumbuhan di seluruh daerahnya.
Situasi ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak strategi adaptasi dalam pertanian, perencanaan perkotaan, dan persiapan bencana seiring berlanjutnya ekstrem cuaca akibat perubahan iklim.
Sumber: The Guardian






