- Polusi suara kota dari kendaraan yang dirubah menjadi masalah kesehatan publik yang signifikan.
- Kehadiran hukuman untuk emisi suara berlebih memerlukan perbaikan.
- Teknologi baru seperti kamera suara jalan raya dapat membantu mengurangi polusi suara kota.
- Rasa sensitif terhadap suara mempengaruhi berbagai kelompok, termasuk yang autis dan yang menderita misofonia.
Polusi Suara dari Kendaraan yang Dirubah
Pembaca dari Frome, Somerset menyoroti masalah kendaraan dan motor yang exhaustnya dan mesinnya dibuat terlalu keras. Suara ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, mengerjakan seluruh apartemen dan menyebabkan gangguan berarti di ruang publik.

Masalah ini melebihi beberapa individu; ia mempengaruhi kualitas hidup banyak warga kota. Namun, pelaksanaannya masih kurang meskipun ada undang-undang yang mengharamkan suara kendaraan berlebih. Sistem MOT juga dikritik sebagai tidak cukup, tanpa pengukuran objektif belon-deci beli sejenis uji coba diterapkan pada emisi, rem atau lampu.
Teknologi Baru untuk Mengatasi Polusi Suara
Pembaca menyarankan bahwa tanaman, pohon dan pagar dapat digunakan sebagai penghalang suara. Elemen alami ini tidak hanya mengurangi noise tetapi juga berfungsi sebagai pemblok angin dan filter udara, menenangkan suhu dan meningkatkan kesehatan mental di lingkungan kota.
Dampak pada Overload Sensorik
Surat dari seseorang yang autis dan menderita misofonia mengemukakan dampak serius polusi suara. Mereka mencatat bahwa tingkat suara telah meningkat sejak pandemi, mempengaruhi kemampuan mereka bergerak di ruang publik karena suara seperti leaf blower, keringan tangan otomatis, dan musik yang tidak diminta di tempat umum.
Kesimpulan
Surat yang diterima oleh The Guardian menerangkan sifat multisejeki dari polusi suara kota. Mulai kendaraan yang dirubah, sistem suara berlebih hingga penghalang alami, berbagai pihak harus bekerja sama untuk menangani masalah ini dengan tumbuh. Melalui implementasi teknologi baru dan mengenali dampak beragam polusi suara terhadap populasi yang berbeda, kota dapat menjadi lingkungan yang lebih nyaman bagi semua orang.
Sumber: The Guardian






