- Penjual buku khawatir tentang penghancuran judul langka untuk melatih AI.
- Penjual buku bekas Australia menerima pesanan yang tidak biasa dari perusahaan Kanada bernama Zoom Books.
- Kebiasaan ini dianggap luas di antara perusahaan-perusahaan AI, dengan beberapa penjual memperkirakan jutaan judul dalam stok mereka.
- Beberapa penjual buku merasa repot bahwa judul langka dan buku kuno mungkin dimusnahkan untuk pelatihan AI.
Keresahan Penjual Buku
Tim White, pemilik Buku untuk Pencuci Baju, yang berbasis di Melbourne, adalah salah satu yang menganggap buku lebih dari sekadar objek. “Seringkali buku memberi Anda lebih dari hanya konten,” jelasnya sambil menyiapkan stothnya.
Walau begitu, rasa khawatir ini dihijak oleh pertumbuhan kekhawatiran antara penjual buku bekas Australia tentang penghancuran judul langka untuk melatih AI. Penjual seperti Manor Delfina dan John Sainsbury menerima pesanan dari perusahaan Kanada bernama Zoom Books yang tidak sesuai dengan pola pelanggan biasanya.

Pesanan Langka
Buku bekas Good Reading di Melbourne menerima tiga kotak penuh buku pada Mei, sementara Sainsbury's mengirimkan beberapa kotak ke luar negeri. Pesanan tersebut acak dan tidak sensitif terhadap harga, menimbulkan pertanyaan tentang tujuan sebenarnya dari pembelian ini. Dalam satu pesanan, manual 1970-an tentang mekanika tanah dibeli bersama dengan judul-judul seperti Born to Thunder: Champions of New Zealand Cycling dan kumpulan Poeha-Australia yang diterbitkan pada tahun 1982.
Sifat pesanan tidak biasa ini telah membuat penjual ber spekulasi tentang motivasi di baliknya. Beberapa menganggap Zoom Books mungkin membeli buku untuk spekulasi, tapi permintaan spesifik masih tampak tidak pas.
Kebiasaan Industri dan Kekhawatiran
Rare book seller Gwenyth Todd dari Chatelaine Books sangat khawatir dengan praktik-praktik ini. “Menurut saya, buku lebih dari sekadar objek,” dia menyatakan. Meski beberapa penjual mungkin menemukan penjualan seperti itu bermanfaat, penghancuran buku langka atau kuno untuk melatih AI mengangkat pertanyaan etika yang signifikan.
Kepala Anthropic mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak terlibat dalam pemindaian destructif dan mendapatkan buku dari pasar komersial mainstream saja. Zoom Books sebelumnya menolak melibatkan diri dalam praktik penghancuran, tetapi mempertahankan kerahasiaan tentang pelanggan mereka.
Kesalahan Besar Masalah
Masalah ini menyoroti ketegangan yang menarik antara pelestarian buku dan kemajuan teknologi. Sementara perusahaan AI berbicara bahwa penggunaan mereka atas buku adalah transformasi, beberapa penjual buku dan penjual langka melihatnya sebagai kerugian warisan budaya. Praktek ini mungkin luas, dengan perkiraan menunjukkan jutaan buku dalam gudang yang siap dimusnahkan. Sehingga kekhawatiran ini melebihi pengaruh individu penjual dan mempengaruhi hubungan komunitas secara lebih luas terhadap teks fisik.
Sumber: The Guardian






