Poin Utama:
  • Ahli ilmu dari Tyndall Centre di Universitas Manchester menulis surat kepada Perdana Menteri mengajak Andy Burnham, pemimpin Greater Manchester, untuk menolak proyek pengeboran minyak baru yang bisa merusak komitmen iklim.
  • Pengeboran yang direncanakan dapat memberikan pesan bahwa Inggris kembali mundur dalam komitmennya terhadap iklim di tengah api hutan dan musim panas yang berkepanjangan.
  • Ilmuwan menekankan perlunya penurunan emisi global sebesar 8% per tahun untuk mencapai tujuan Paris Agreement.
  • Burnham, yang sebelumnya menjadi pahlawan program iklim lokal Greater Manchester yang ambisius, kini menghadapi tekanan untuk mengakhiri proyek pengeboran ini.

Latar Belakang Komitmen Iklim Burnham

Pemimpin Greater Manchester saat ini, Andy Burnham, telah membuat langkah-langkah signifikan dalam tindakan iklim sebagai wali kota. Dalam komitmennya awalnya, dia mengumumkan salah satu program iklim lokal Inggris yang paling ambisius yang menangani hunian, pertumbuhan hijau, dan transportasi publik. Inisiatif ini bertujuan untuk membuat Greater Manchester netral karbon pada tahun 2038—sasaran tersebut didasarkan pada analisis anggaran karbon yang terperinci yang dilakukan dengan dukungan ilmuwan iklim senior dari Tyndall Centre di Universitas Manchester.

Ahli Ilmu Menasihati Pemimpin Greater Manchester untuk Mempertahankan Komitmen Iklim
Ahli Ilmu Menasihati Pemimpin Greater Manchester untuk Mempertahankan Komitmen Iklim

Burnham menekankan perlunya otoritas yang lebih besar dibandingkan biasanya dimiliki oleh wali kota untuk mewujudkan perubahan yang diperlukan untuk mengatasi krisis iklim dengan efektif.

Panggilan dari Ilmuwan Iklim

Ahli ilmu senior dari Tyndall Centre di Universitas Manchester menulis surat terbuka yang mengajak Burnham untuk menolak pengeboran baru di Laut Utara tanpa ragu. Akademisi ekspresi perhatian serius atas laporan yang menyebutkan bahwa Burnham mungkin akan setuju dengan proyek kontroversial, yang sebelumnya diberikan persetujuan oleh pemerintahan konservatif namun saat ini dalam penundaan hukum karena harus mengikuti evaluasi dampak lingkungan yang lebih detail.

Surat tersebut menegaskan bahwa persetujuan seperti itu akan memberikan pesan di sekitar dunia bahwa Inggris kembali mundur dalam komitmen internasionalnya terhadap iklim. Prof Kevin Anderson, salah satu tanda tangan surat tersebut, mengangkat pentingnya tindakan yang konsisten dengan tanggung jawab internasional Inggris di bawah Paris Agreement.

Komitmen pada Prinsip Evidensial

Ilmuwan menulis bahwa suhu global telah meningkat sejauh 1.5°C dibandingkan dengan pre-industri, menyebabkan peningkatan cuaca ekstrem seperti api hutan dan musim panas di seluruh Eropa. Mereka menekankan perlunya pengurangan emisi secara mendesak sebesar 8% per tahun.

Surat tersebut menekankan bahwa kepemimpinan Burnham harus konsisten, mengikuti komitmen awalnya untuk tidak memberikan izin baru untuk pengeboran minyak dan gas. Ahli-ahli itu meminta dia tidak berbalik di bawah tekanan politik jangka pendek dan sebaliknya mematuhi bukti ilmiah yang jelas. Pernyataan ini menyoroti tanggung jawab panjang para pemegang kebijakan dalam menangani perubahan iklim.

Sumber: The Guardian


Reva Haag

7 posts

Related post