- Julie Masino, CEO Cracker Barrel sejak 2023, mengundurkan diri dari perusahaan setelah hampir setahun kontroversi sosial media terkait perubahan logo.
- Rantang makanan tersebut berada di tengah-tengah storm sosial media saat mengganti logo dengan menghapus Uncle Herschel, pria dalam desain aslinya yang memakai overall. Kritikus menganggap branding yang diperbaharui terlalu 'woke' dan 'sterile,' menyebabkan kritik yang luas di platform seperti Twitter.
- Pendapat publik menurunkan saham Cracker Barrel sekitar 3% saat mengumumkan pengunduran diri Masino; David Deno akan memegang jabatan CEO mulai tanggal 10 Agustus.
Perubahan Logo Kontroversial
Dalam gerakan yang datang setahun setelah kontroversi signifikan, Cracker Barrel mengumumkan pada Senin bahwa Julie Masino, CEO perusahaan sejak 2023, mengundurkan diri. Rantang makanan tersebut berada di tengah-tengah storm sosial media saat mengganti logo dengan menghapus Uncle Herschel, pria dalam desain aslinya yang memakai overall. Kritikus menganggap branding yang diperbaharui terlalu 'woke' dan 'sterile,' menyebabkan kritik yang luas di platform seperti Twitter.

Dampak Finansial dan Pemimpin Baru
Pengumuman pengunduran diri Masino bersamaan dengan penurunan hampir 3% saham Cracker Barrel. David Deno, yang akan memegang jabatan CEO mulai tanggal 10 Agustus, akan memimpin perusahaan selama periode transisi ini. Dalam pernyataannya, Deno menekankan status ikonik merek tersebut, meng-highlight campuran unik antara pelayanan dan keterusan.
Konteks Lebih Luas: Corporate Social Responsibility
Pengunduran diri Masino mewakili tren lebih luas di mana perusahaan diperintahkan untuk memperhatikan perspektif politik atau sosial oleh pengguna media sosial. Studi oleh The Harris Poll menemukan bahwa sekitar 25% Amerika telah mengubah perilaku belanja mereka berdasarkan pandangan moral pribadi, dengan Demokrat dan Republikan sama-sama merespons tekanan tersebut.
Tata Letak Diskriminasi
Pengambilan keputusan Cracker Barrel untuk memperbaharui logo-nya bukan kali pertama perusahaan ini menghadapi kritik. Perusahaan memiliki sejarah dari praktik diskriminatif, termasuk membayar $8.7 juta pada 2004 untuk menyelesaikan klaim diskriminasi terhadap karyawan dan pelanggan hitam. Meski menghadapi tantangan ini, beberapa merek telah berhasil walaupun menghadapi tekanan dari media sosial seperti film Christopher Nolan 'The Odyssey,' yang meraih debut bioskop signifikan.
Pengunduran diri Julie Masino menandakan babak terbaru dalam perjuangan Cracker Barrel dengan persepsi publik dan identitas perusahaan di era di mana media sosial berperan penting dalam membentuk pendapat konsumen. Saat perusahaan mencoba mengelola tantangan ini, ia akan diperhatikan oleh pengamat industri dan konsumen sama-sama.
Sumber: The Guardian






