Pemimpin Koalisi Dipersilakan Debating ‘Net Zero’ Menipu Soal Klaim Energi Terbarukan
- Tenaga ahli telah membantah klaim Canavan mengenai luas lahan 12 juta hektar untuk energi terbarukan.
- Proyek-proyek energi terbarukan, seperti pabrik angin, memerlukan jauh lebih sedikit tanah dibandingkan yang disebutkan.
- Tenaga ahli menyatakan bahwa energi terbarukan menurunkan harga listrik dan meningkatkan keterangkuman jaringan.
Menampik Klaim-klaim Ini
Dalam episode podcast Karl Stefanovic yang baru-baru ini, Angus Taylor dan Matt Canavan, dua tokoh utama dari Koalisi, bersatu untuk membahas net zero. Namun, klaim mereka tentang energi terbarukan digilir-cabut oleh tenaga ahli karena adanya kesalahan besar dalam argumen mereka.
Kebutuhan Tanah Dikurangkikan Salah
Canavan, pemimpin Partai Nasional, mengklaim bahwa 12 juta hektar tanah diperlukan untuk tenaga surya, angin dan saluran transmisi, yang setara dengan 'dua Tasmania'. Namun, menurut penelitian Net Zero Australia (NZAu), hanya sekitar 2 juta hektar yang dibutuhkan. Angka ini mencakup instalasi energi terbarukan dan infrastruktur terkait lainnya, seperti akses jalan dan saluran transmisi.

Tenaga ahli menunjukkan bahwa dampak sebenarnya dari tanah yang diperlukan, di mana turbine, panel, dan struktur terkait akan ditempatkan, jauh lebih kecil—sekitar 500.000 hektar. Perbedaan ini menunjukkan penampakan besar dalam klaim mereka, seperti yang dirinci oleh tim peneliti berbasis universitas.
Dampak pada Harga Listrik dan Keterangkuman Jaringan
Koalisi juga menyebutkan kenaikan harga listrik sebagai bukti dampak negatif energi terbarukan. Namun, klaim ini dicabut oleh tenaga ahli yang menunjukkan bahwa kenaikan tersebut didorong utamanya oleh harga gas dan batu bara, terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina.
Data terbaru dari Australian Energy Market Operator (Aemo) menunjukkan penurunan 47% dalam harga eceran listrik selama satu tahun terakhir. Turunnya ini dikaitkan dengan peningkatan pembangkitan energi terbarukan dan penggunaan baterai skala jaringan yang lebih tinggi pada periode puncak. Selain itu, analisis CSIRO menyarankan bahwa meninggalkan kebijakan net zero akan menghasilkan biaya listrik bahkan lebih tinggi.
Perihal keterangkuman, Aemo melaporkan bahwa risiko keterangkuman utamanya adalah penghentian besar-besaran dari pembangkit listrik. Alison Reeve dari Grattan Institute menyatakan tidak ada bukti bahwa tenaga terbarukan membuat jaringan menjadi kurang keterangkuman. Sebenarnya, mati lampu lebih umum disebabkan oleh kelalaian jaringan dan faktor lain yang tidak berhubungan dengan energi terbarukan.
Kemisinformasian dalam Debat Energi Terbarukan
Debat tersebut melibatkan Colin Boyce, anggota parlemen Liberal-Nasional dari daerah Flynn, yang sebelumnya menolak karbon dioksida sebagai 'makanan tanaman' dan berargumen bahwa peningkatan konsentrasi adalah bermanfaat. Penghapusan perubahan iklim dari diskusi tersebut dianggap kecewa.
Klaim Canavan tentang memerlukan lahan sebesar dua Tasmania untuk proyek-proyek energi terbarukan telah dikhianati oleh tenaga ahli, termasuk Andrew Blakers dari Australian National University. Dia menggambarkan klaim tersebut sebagai 'sangat salah dan aneh' dan meminta cek kenyataan atas klaim-klaim semacam itu.
Klaim-klaim yang menyesatkan tentang energi terbarukan tidak hanya membingungkan publik tetapi juga mengurangi upaya untuk beralih ke sumber daya lebih bersih. Penting bagi pemimpin politik untuk menyediakan informasi akurat untuk memastikan penentuan keputusan yang berdasar dalam favorit praktik-praktik yang berkelanjutan.
Sumber: The Guardian






