- Ofgem merencanakan biaya awal yang signifikan atau kewajiban finansial untuk proyek datacentre.
- Terdapat 315 datacentre yang saat ini menunggu terhubung, dengan permintaan total sebesar 73GW.
- Proposisi bertujuan mengatasi masalah kapasitas dan memastikan sumber daya terbatas diberikan kepada proyek-proyek paling berpotensi berhasil.
Pengatur Energi Inggris Berlakukan Biaya Baru untuk Akses Grid Datacentre
Pengatur energi bagi Britania Raya, Ofgem, telah menyarankan biaya awal yang signifikan atau kewajiban finansial sebagai usaha untuk meredakan antrian penautan datacentre yang semakin membludak. Proposisi ini merupakan bagian dari upaya mengatasi tekanan pada kapasitas grid dan memastikan sumber daya terbatas diberikan kepada proyek-proyek yang paling berpotensi berhasil.
Minta Tantangan saat Permintaan Melebihi Kapasitas Grid
Menurut Ofgem, ada 315 datacentre yang saat ini menunggu terhubung, dengan permintaan total sebesar 73GW. Ini hampir 30GW lebih tinggi dari demand puncak energi Britania Raya yang hanya 45GW, meng-highlight kebutuhan dan kompleksitas masalah tersebut. Pengatur menyebut Amazon dan Microsoft sebagai pemain datacentre penting di antara yang menghadapi tantangan ini.
Rincian Pelaksanaan dan Pemetaan

Proposisi mencakup meminta proyek menyerahkan biaya awal atau kewajiban finansial seperti surat jaminan, obligasi, atau deposit tunai saat menerima penawaran terhubung. Dana ini akan dikembalikan setelah proyek beroperasi. Ofgem telah mencabut komitmen £350m untuk mengreservasi 500MW kapasitas grid untuk penautan datacentre.
Ofgem menekankan pentingnya menetapkan “tandatangan keras” selama proses permohonan terhubung, termasuk memastikan pelanggan dan back-up finansial. Proyek-proyek yang gagal memenuhi kriteria ini mungkin akan dihapus dari antrian. Ofgem sekarang mengumpulkan umpan balik tentang kepraktisan proporsinya.
Konteks Global dan Tantangan Masih Muncul
Minta permohonan penautan datacentre tidak hanya terjadi di Britania Raya. Uptime Institute, yang memeriksa dan menilai datacentre, telah mencatat lonjakan proyek-proyek dengan permintaan energi tinggi sejak 2021. Proyek-proyek ini mewakili kebutuhan energi dari kira-kira 300.000 rumah secara kolektif.
Walaupun ada kemungkinan terjadinya penundaan atau pembatalan, proyek-proyek ini diharapkan akan menambah permintaan daya secara signifikan selama lima tahun ke depan, meng-highlight pentingnya mekanisme regulasi yang kuat dan adil. Ofgem mengungkapkan pada Februari ada “lonjakan permintaan” untuk aplikasi penautan antara November 2024 dan Juni tahun lalu, dengan banyaknya datang dari datacentre.
Bahkan angka-angka itu telah meningkat sejak kemudian, menurut data yang dikeluarkan Ofgem pada Rabu. Peningkatan permintaan daya datacentre terjadi di tengah antrian lebih luas dalam proyek pembangkit dan penyimpanan tenaga listrik menunggu penautan grid. Tahun lalu operator grid, Neso, mengumumkan bahwa dia sedang merombak antrian untuk pengembang energi terbarukan untuk disambungkan, membersihkan ratusan proyek “zombie” – mereka tanpa izin perencanaan yang tepat atau pembiayaan untuk maju – untuk memungkinkan proyek-proyek dengan peluang terbaik untuk tereksekusi tepat waktu.
Kesedihan atas penautan datacentre grid tidak terbatas pada Britania Raya. Uptime Institute telah mengidentifikasi 250 proyek datacentre global yang melebihi 100MW dalam permintaan energi, setara dengan kebutuhan energi kira-kira 300.000 rumah secara kolektif, yang diumumkan antara 2021 dan 2024. Uptime mempercayai bahwa separuh proyek-proyek tersebut tidak akan terwujud atau penyelesaiannya akan tertunda.
Walaupun dalam skenario itu masih ada peningkatan daya yang tak pernah terjadi sebelumnya dan cepat dalam lima tahun mendatang, menurut Uptime. Proposals Ofgem bertujuan mengatasi masalah kritis di pemandangan energi Britania, menjembatani kebutuhan datacentre dengan kendala kapasitas grid. Meskipun tindakan ini dirancang untuk mempercepat proses penautan, mereka pasti akan menghadapi tantangan dan memerlukan implementasi yang hati-hati.
Kesimpulan
Proposals Ofgem bertujuan mengatasi masalah kritis di pemandangan energi Britania dengan memastikan sumber daya grid terbatas diberikan kepada proyek-proyek yang paling berpotensi berhasil. Meskipun tindakan ini dirancang untuk mempercepat proses penautan, mereka pasti akan menghadapi tantangan dan memerlukan implementasi yang hati-hati. Konteks global menunjukkan permintaan datacentre yang semakin meningkat, meng-highlight pentingnya mekanisme regulasi yang kuat untuk mengelola konsumsi energi yang terus bertambah ini dengan efektif.
Sumber: The Guardian






