- Neil Hopper, seorang surgeon amputasi terkemuka, mengamputasi kedua kaki-nya akibat cedera diri.
- Hopper dinyatakan bersalah atas tindak pidana tipu daya dan penggunaan pornografi ekstrem yang berhubungan dengan klaim bohong tentang kondisi luka-nyanya.
- Ada pertanyaan mengenai keselamatan pasien yang pernah dirawat oleh Hopper sebelum dinyatakan bersalah.
Pendahuluan
Kisah Neil Hopper, seorang surgeon amputasi terkenal yang mengamputasi kedua kaki-nya akibat cedera diri, telah menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan pasien-pasien dan keluarganya. Klaim bohong Hopper tentang kondisi luka-nyanya dan penyebaran pornografi ekstrem yang membuatnya dinyatakan bersalah telah menyebabkan pertanyaan mengenai apakah ia pernah membahayakan pasiennya.
Kasus Liz Spooner

Dari semua kenangan pada masa-masa sulit setelah Liz Spooner, seorang wanita berusia 72 tahun, menjalani amputasi kaki di Royal Cornwall Hospital Truro, ada satu yang teringat dengan jelas. Faye Harrison, putri Liz, mengingat bahwa selama percakapan tentang operasinya dengan Hopper, ia melihat bahwa Hopper memakai palang baja keluar dari celana-nyanya. Temuan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan keluarga dan membuat mereka khawatir tentang keselamatan pasien yang pernah dirawat oleh Hopper.
Latar Belakang dan Pencapaian Neil Hopper
Hopper adalah figure dikenal dalam bidang surgical vascular, pernah menerima berbagai penghargaan untuk pekerjaannya. Ia bahkan melamar untuk menjadi astronot dengan European Space Agency. Meski statusnya tinggi, kehidupan pribadi Hopper sangat tidak konvensional. Pada Mei 2019, ia mengamputasi kedua kaki-nyanya akibat cedera diri yang disebabkan oleh fetis. Kembalinya Hopper sebagai surgeon amputasi terluka secara nyata dan menggunakan prostesis membuat berita besar dan memenangkan banyak penghargaan.
Pengakuan dan Konsekuensinya
Dalam September 2025, Hopper dinyatakan bersalah atas tindak pidana tipu daya dan tiga kasus penggunaan pornografi ekstrem. Dia mengaku telah membahayakan diri sendiri karena fetis amputasi yang menyebabkan cedera-nyanya. Revealasi ini sangat mengejutkan Faye Harrison dan anggota keluarga lainnya, mereka merasa mual ketika memahami bahwa orang yang mereka percaya dengan pasien-pasien mereka tidak seperti apa yang disebut-sebut.
Klarifikasi dari Royal Cornwall Hospitals NHS Trust
Setelah pengakuan Hopper, pernyataan resmi dikeluarkan oleh Royal Cornwall hospitals NHS trust. Mereka menjamin publik bahwa penyelidikan yang mendalam tidak menemukan bukti ada ancaman atau kerugian kepada pasien di fasilitas mereka. Namun, Faye Harrison dan pasien-pasien lainnya tetap skeptis, bertanya bagaimana seorang surgeon dengan latar belakang pribadi yang mencemaskan bisa dipandang aman untuk pasiennya.
Kesimpulan
Kisah Neil Hopper menunjukkan pentingnya penyelidikan lebih lanjut dan transparansi dalam profesi medis. Meskipun kasus Hopper adalah contoh ekstrem, ia mengingatkan bahwa dokter-dokter yang dikenal dengan tinggi juga bisa menyembunyikan masalah pribadi yang mengejutkan. Ketika pertanyaan terus bermunculan mengenai pasiennya, implikasi lebih luas tentang kepercayaan dan akuntabilitas dalam praktik medis menjadi fokus.
Sumber: The Guardian






