- Italia telah menerapkan penghentian pengecualian Schengen dengan Spanyol setelah terjadi peningkatan drastis masuknya migran ke Ceuta.
- Kepala negara Eropa menanggapi krisis ini, memanggil untuk persatuan dan pelaksanaan kontrol batas yang lebih ketat.
- Spanyol mengklaim bahwa sebagian besar migran telah kembali secara sukarela ke Maroko.
Tindakan Pemerintah Italia
Pemerintah Italia telah mengambil langkah tegas sebagai respons terhadap peningkatan signifikan penginapan migran di Ceuta. Menurut agensi berita Italia Ansa, kementerian dalam negeri telah memerintahkan penutupan perbatasan laut dan udara dengan Spanyol. Keputusan ini dibuat setelah analisis Komisi Imigrasi dan Keamanan Batas yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. Langkah tersebut akan berdampak pada traveler melalui pesawat atau kapal antara Italia dan Spanyol.

Tanggapan Pemimpin Eropa
Situasi ini telah menarik perhatian pemimpin Eropa yang berbagai, mereka mengungkapkan pandangan mereka tentang masalah ini. Presiden Prancis Macron menerangkan kooperasinya dengan Maroko dalam pengelolaan migran dan memanggil untuk peningkatan kerjasama antara negara-negara untuk menangani krisis ini. Dia juga saran bahwa Prancis akan meningkatkan kontrol batasnya di perbatasan dengan Spanyol.
Perdana Menteri Polandia Andrzej Duda mengajak Spanyol untuk memperkuat hukum perlindungan asilnya dan membangun penghalang yang efektif jika Schengen ingin bertahan. Dia menyoroti langkah-langkah sukses Polandia dalam menghadapi tantangan serupa di perbatasannya. Sementara itu, penutupan Italia dari pengaturan Schengen dengan Spanyol telah memicu panggilan dari pemimpin Eropa lainnya untuk solidaritas dan kerjasama.
Tanggapan Masyarakat Spanyol dan Penimpor
Tanggapan Spanyol terhadap krisis ini telah menerima kritik dan dukungan. Pemerintah Spanyol memperkirakan bahwa sebagian besar migran yang melalui Ceuta telah kembali secara sukarela ke Maroko, dengan 40.000 orang berhasil meninggalkan dari perkiraan total antara 50.000 (pemerintah pusat) dan 60.000 (pemerintah setempat). Angka tersebut merupakan bagian dari upaya terus-menerus Spanyol dalam mengelola aliran migran secara efektif.
Komisaris Migrasi Eropa Brunner menyoroti status Maroko sebagai negara asal yang aman di dalam daftar EU. Ini berarti bahwa warga Maroko tidak mungkin layak mendapatkan perlindungan internasional dan seharusnya dikembalikan dengan cepat. Pemerintah Spanyol memantau situasi ini secara dekat, dengan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska menekankan pentingnya memastikan keamanan dan manajemen batas yang teratur.
Sumber: The Guardian






