- Syngenta akan berhenti menjual paraquat di Australia karena aturan baru.
- Paraquat telah dikaitkan dengan penyakit Parkinson dan larangan atau pembatasan digunakan di lebih dari 70 negara.
- Tertinggi restrukturasi herbisida membuat penjualan komersialnya tidak mungkin bagi Syngenta.
- Petani menghadapi ketidakpastian karena pilihan alternatif mungkin terbatas.
Kebijakan Perusahaan dan Konteks Regulasi
Syngenta, produsen kimia pertanian yang berpengalaman, telah mengumumkan bahwa mereka akan berhenti menjual paraquat di Australia. Keputusan ini diambil setelah aturan baru yang diberlakukan oleh Australian Pesticides and Veterinary Medicines Authority (APVMA) membuat produk tersebut tidak komersial bagi perusahaan.

Paraquat, yang terkenal dengan efeknya yang kuat pada tanaman gulma, memiliki sejarah panjang penggunaannya di Australia tetapi telah dilarang atau dibatasi di lebih dari 70 negara karena kekhawatiran kesehatan. Perusahaan berbasis Swiss ini memproduksi paraquat selama bertahun-tahun dan telah terkait dengan penyakit Parkinson antara penggunanya. Di Uni Eropa, paraquat dilarang sejak tahun 2007.
Konsumsi Regulasi dan Pengaruhnya
Aturan baru APVMA memperkenalkan tindakan ketat untuk mengatasi risiko terpaparan akut dan melindungi hewan. Ini termasuk pencegahan penggunaan sprayer tempel, meminta pengguna menggunakan perlengkapan perlindungan diri tambahan, dan menetapkan suatu tingkat aplikasi maksimum per hektar.
Tanggapan Industri dan Ketidakpastian di Masa Depan
Pindah Syngenta telah meninggalkan petani lokal merasa cemas tentang pilihan mereka di masa depan untuk mengelola ketahanan herbisida. Andrew Weidemann, pembicara dari Grain Producers Australia, mengutus kekhawatiran terhadap implikasi dari keputusan ini: 'Pengunduran diri ini meninggalkan beberapa pertanyaan penting tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika perusahaan tidak dapat melihat nilai yang cukup dalam mempertahankan produk di sini, petani berisiko ditinggalkan dengan pilihan yang lebih sedikit pada saat kita sangat membutuhkan lebih banyak alat untuk mengelola ketahanan herbisida.'
Sementara itu, seorang neurolog dari Melbourne, Associate Professor Wes Thevathasan, menyoroti konsensus global tentang hubungan paraquat dengan penyakit Parkinson. 'Sekarang ada beberapa studi epidemiologi atau studi terdekat yang mengindikasikan bahwa paparan paraquat meningkatkan risiko penyakit Parkinson sekitar tiga kali lipat,' ujarnya.
Kesimpulan
Pengunduran dirinya dari pasar Australia menandai pergeseran besar dalam praktik pertanian dan mengangkat pertanyaan tentang masa depan aturan-aturan. Dengan petani berjuang dengan perubahan ini, masih belum jelas bagaimana pasar akan beradaptasi dan apa solusi baru yang mungkin timbul untuk mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.
Sumber: The Guardian






