Poin utama:
  • Pasar saham Asia mengalami penurunan karena tarif perdagangan baru yang diterapkan oleh AS.
  • Harga minyak naik ringan namun tetap volatil di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
  • Gubernur Bank Prancis, Emmanuel Moulin, menggambarkan peningkatan ketidakpastian dan potensi gangguan untuk pertumbuhan perdagangan global.
  • President AS, Donald Trump, telah menerapkan tarif pada beberapa negara, menggantikan tarif 10% sebelumnya.

Reaksi Pasar Terhadap Tarif AS

Bursa finansial telah melihat fluktuasi signifikan dalam beberapa hari terakhir, dengan pasar saham Asia mengalami penurunan setelah pengumuman tarif perdagangan baru oleh Presiden Donald Trump. Nikkei 225 di Jepang, indeks Hang Seng Hong Kong, dan Kospi Korea Selatan semua mengalami perubahan signifikan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampaknya pada perdagangan global.

Harga Minyak Naik dan Ketegangan Geopolitik

Penjuru AS Terapkan Tarif Menimbulkan Ketidakpastian Pasar
Penjuru AS Terapkan Tarif Menimbulkan Ketidakpastian Pasar

Dalam ketidakpastian ekonomi ini, harga minyak juga naik. Brent Crude saat ini diperdagangkan di level $99,8 per barel, turun 0,9% dari hari sebelumnya namun masih naik lebih dari 10% untuk minggu ini karena ketakutan terhadap potensi gangguan suplai minyak di Timur Tengah. Konflik di Yaman dan dampaknya pada ekspor Saudi melalui Selat Bab al-Mandeb menambah kekhawatiran tersebut.

Ketidakpastian Ekonomi Global

Gubernur Bank Prancis, Emmanuel Moulin, menggambarkan bahwa meskipun tarif baru ini mungkin tidak secara signifikan mempengaruhi Eropa karena adanya perjanjian seperti Turnberry deal dengan Uni Eropa, mereka menambah ketidakpastian bagi perdagangan global dan pertumbuhan. Moulin menyatakan dalam wawancara: 'Ini menciptakan lebih banyak ketidakpastian bagi perdagangan global dan tentu saja tidak menguntungkan untuk pertumbuhan.' Sentimen ini mewakili kekhawatiran yang lebih luas dari analis finansial tentang dampak jangka panjang dari kebijakan semacam itu.

Rincian Tarif AS

Tarif baru ini, yang berkisar antara 10% hingga 12.5%, mempengaruhi banyak negara termasuk Inggris, Meksiko, Kanada, Australia, India, China, dan 27 negara anggota Uni Eropa. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menangani isu-isu tindakan paksa kerja dan praktek perdagangan yang tidak adil di bawah bagian 301 dari UU Perdagangan Tahun 1974. Kepala Perwakilan perdagangan AS, Jamieson Greer, menekankan pentingnya tindakan ini: 'AS telah memiliki larangan impor kerja paksa selama hampir satu abad dan memperketat melaksanainya; waktunya sudah tepat bagi mitra perdagangannya untuk melakukan hal yang sama.'

Sumber: The Guardian


Gaylord Sauer

3 posts

Related post