Poin penting:
  • Penelitian awal menunjukkan bahwa membatasi makan dalam rentang waktu sembilan jam dan berhenti makan empat jam sebelum tidur dapat memperbaiki keterampilan kognitif.
  • Kaji ulangan menunjukkan mereka yang makan selama periode terbatas melaksanakan lebih baik pada tugas merencanakan ruang dan pemecahan masalah.
  • Obesitas dapat meningkatkan risiko demensia hingga 30%, tetapi pemberian nutrisi waktu terbatas dapat menawarkan perlindungan tambahan terhadap penurunan kognitif.

Pengantar Pemakanan Dengan Waktu Terbatas

Penelitian pilot yang baru-baru ini menggambarkan bahwa membatasi waktu makan dan menghindari pangan selama beberapa jam sebelum tidur dapat membantu melambatkan penurunan kognitif pada lansia. Pendekatan ini melibatkan batasan makan dalam rentang waktu sembilan jam, biasanya dari pagi hingga sore, dengan tidak memakan makanan empat jam sebelum tidur. Penelitian ini dilakukan pada 47 wanita yang hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Teladan penelitian, yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Asosiasi Pangan Amerika di Maryland, melibatkan coba-coba klinis kecil yang dijalankan oleh Profesor Sue Shapses dari Universitas Rutgers. Pasokan dianjurkan untuk mengurangi 500 kalori dari diet harian mereka selama enam bulan.Dalam kelompok ini, beberapa wanita diberi tahu untuk makan hanya dalam rentang waktu sembilan jam, sementara peserta yang lain menyebarkan makanan mereka sekitar 12 jam. Setelah uji coba, kedua kelompok mengalami penurunan berat badan yang sama rata-rata sekitar 7 kg (15 lbs). Namun, tes kognitif menunjukkan perbedaan signifikan.

Makan Berjam-jam Terbatas Mungkin Melambatkan Penurunan Kognitif Pada Lansia
Makan Berjam-jam Terbatas Mungkin Melambatkan Penurunan Kognitif Pada Lansia

Dari mereka yang membatasi makan pada rentang waktu sempit melaksanakan lebih baik daripada orang lain dalam merencanakan ruang dan pemecahan masalah. Ada juga petunjuk bahwa mereka melakukan kesalahan yang lebih sedikit dalam uji ingatan dan pembelajaran. Spesifiknya, selama tes merencanakan ruang, peserta yang makan dalam rentang waktu sembilan jam menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan mereka yang menyebarkan makanan mereka sepanjang 12 jam.

Sementara itu tidak ada perbedaan signifikan diukur dalam uji multitasking dan respons antara kedua kelompok, temuan-temuan ini menunjukkan bahwa penyesuaian waktu makan dapat menawarkan strategi tambahan untuk melindungi terhadap penurunan kognitif pada lansia. Prof Shapses menganggap efek-efek tersebut sebagai ringan namun menjanjikan.

Pandangan Ahli dan Penelitian Masih Mendatang

Prof Wendy Hall dari King's College London menyoroti potensi manfaat pemakanan waktu terbatas di luar penurunan berat badan. Dia menyatakan bahwa pendekatan ini dapat menawarkan peningkatan dalam kendali gula darah, fungsi pembuluh darah, dan pengurangan inflamasi, semua hal yang berkaitan dengan penurunan kognitif.

Hall mengungkapkan bahwa walaupun temuan-temuannya menjanjikan, mereka adalah awal dan memerlukan lebih banyak penelitian berbentuk peer-reviewed untuk menentukan makna klinisnya. 'Pemakanan waktu terbatas merupakan pendekatan yang masuk akal untuk mendukung kesehatan kognitif pada orang dewasa usia menengah dan lansia dengan kelebihan berat badan,' katanya, menterangkan pentingnya mempertimbangkan kapan dan apa yang kita makan.

Shapses juga menggarisbawahi bahwa penurunan berat badan sendiri dapat membantu menurunkan penurunan kognitif, tetapi mungkin ada manfaat tambahan untuk orang-orang yang tidak memakan di luar rentang waktu delapan hingga sembilan jam dan berhenti makan empat jam sebelum tidur. Demensia adalah isu kesehatan publik penting, dengan setengah juta kematian global tiap tahunnya.

Sementara beberapa faktor risiko tidak dapat diatur, seperti usia dan genetika, para ahli percaya bahwa hingga separuh kasus demensia dapat dicegah atau ditunda melalui perubahan gaya hidup. Obesitas pada usia menengah dapat meningkatkan risiko demensia hingga 30%, menteraskan pentingnya pendekatan yang komprehensif. Saat ini, di banyak negara termasuk Inggris dan AS, orang umumnya memakan selama lebih dari 14 jam, hanya meninggalkan 10 jam tanpa pangan malam.

Teladan menunjukkan manfaat kesehatan yang jelas dari mengpanjangkan larutannya di malam hari. Uji tinjauan yang dipublikasikan pada Januari menemukan bahwa selesai makan sebelum jam 19 WIB terkait dengan perbaikan signifikan dalam berat badan, BMI, lingkar pinggang, tekanan darah, dan marker kesehatan metabolik.

Kesimpulan

Hasil penelitian ini menunjukkan potensi menjanjikan dari pemakanan waktu terbatas dalam kesehatan kognitif. Walaupun lebih banyak teladan yang luas diperlukan untuk memvalidasi temuan-temuan ini, perbaikan ringan namun signifikan yang diamati menunjukkan bahwa penyesuaian waktu makan dapat menawarkan strategi tambahan untuk melindungi terhadap penurunan kognitif pada lansia.

Sumber: The Guardian


Melisa Hills

9 posts

Related post