Poin Utama:
  • Spanyol menghadapi dua hari 'penting' untuk menahan kebakaran hutan sebelum musim panas datang lagi.
  • Presiden Prancis Macron menyelenggarakan pertemuan darurat atas kebakaran hutan di tengah evakuasi yang signifikan.
  • Kebakaran hutan di Eropa, yang diperparah oleh perubahan iklim, menjadi lebih sering dan intens.

Pengadaan Darurat di Spanyol

Pejabat sipil Spanyol menghadapi tekanan karena mereka persiapan dua hari 'penting' untuk menangani api besar sebelum musim panas datang lagi. Menurut Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska, sekitar 3.000 pekerja darurat sedang berjuang melawan api, dengan lebih dari 170.000 hektare hutan terpengaruh sejak awal tahun – peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Kebakaran hutan ini adalah hasil dari musim dingin yang cukup lembab diikuti oleh hujan yang sangat rendah sejak musim semi, ditambah lagi dengan rekam panas suhu tertinggi yang berulang kali terjadi. Kondisi kelembaban bahan bakar halus telah mencapai kuartil ke-96 pada bulan ini, dan kondisi cuaca terakhir memudahkan pendiabelan api, mengubah vegetasi menjadi tisu.

Berperilaku Api dan Tantangan

Eropa Menghadapi Kebakaran Hutan yang Intens: Spanyol dan Prancis Berjuang Melawan Api Besar
Eropa Menghadapi Kebakaran Hutan yang Intens: Spanyol dan Prancis Berjuang Melawan Api Besar

Kebakaran di Prancis dan Spanyol berperilaku tidak menentu karena kombinasi faktor-faktor. Di Gironde, kebakaran besar Prancis pertama kali melebar ke arah barat namun kemudian tiba-tiba berubah arah karena angin yang tiba-tiba menjadi barat. Sikap ini yang tidak menentu membuat upaya pemadaman api lebih sulit.

Hujan lebat dan petir dekat kebakaran telah membawa hujan sedikit, memperburuk kondisi dengan memicu perilaku api yang tidak menentu. Petir tanpa hujan terus membakar tempat baru, menambah kompleksitas situasi.

Pengadaan Pemerintah

Dalam Prancis, Presiden Emmanuel Macron menyelenggarakan pertemuan darurat atas kebakaran hutan bersama-sama dengan Perdana Menteri Sébastien Lecornu dan Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez. Primeminister Spanyol Pedro Sánchez menegaskan dukungan penuh negara bagi mereka yang terkena dampak api di dekat Madrid.

Wakil Presiden Komisi Eropa Teresa Ribera mengingatkan bahwa Eropa perlu beradaptasi lebih cepat dengan dampak perubahan iklim, menyebut gangguan baru-baru ini pada kereta dan listrik sebagai bukti perlunya persiapan yang lebih baik.

Risiko dan Evakuasi

Kebakaran hutan di Bordeaux, Prancis, telah membakar 42.000 hektare – area empat kali luas Paris. Asap dari kebakaran ini menyebabkan penurunan signifikan kualitas udara di wilayah yang luas, dengan pihak berwenang menyarankan protokol perawatan bagi kelompok yang rentan.

Lebih dari 1,5 juta masker FFP2 telah dikirim ke daerah Bordeaux dan lebih dari 220.000 orang serta 13.000 usaha swasta telah dievakuasi karena dekatnya api dengan area metropolitan.

Dampak Perubahan Iklim

Primeminister Sánchez menekankan bahwa kebakaran hutan menjadi lebih sering dan intens sebagai hasil dari perubahan iklim. Dia menerangkan perlunya menangani penyebab akarnya dan mempercepat usaha dalam transisi energi.

Situasi ini menyoroti kebutuhan mendesak bagi Eropa untuk beradaptasi dengan dampak perubahan iklim yang terus bertambah, karena api hutan tetap mengancam komunitas di seluruh benua.

Sumber: The Guardian


Related post