Poin penting:
  • Bintang film Zendaya memakai pendadai dari gundukan Ziwiye saat perjalanannya press untuk The Odyssey di London.
  • Arsitekturnya dan ahli budaya mengkritik penggunaan karya seni kuno Iran sebagai aksesori promosi.
  • Asal-usul perhiasan ini menimbulkan pertanyaan etis tentang pamerannya untuk film hollyweird.
Zendaya Wares Perhiasan Kuno Iran di Pengenalan Film, Menyebabkan Debat
Zendaya Wares Perhiasan Kuno Iran di Pengenalan Film, Menyebabkan Debat

Mengapa Hal Ini TerjadiBintang film Zendaya, yang memerankan dewi Athena dalam film baru Christopher Nolan The Odyssey, mendapat balasan keras setelah memakai pendadai berbentuk karya seni kuno Iran di sebuah acara press tour. Pendadai ini berasal dari gundukan Ziwiye, yang ditemukan di barat daya Iran pada akhir 1940-an dan memiliki tanggal sejarah tahun 700 SM. Respon Cepat Dari Para Ahli Arkeologi menunjukkan kekhawatiran terkait penggunaan obyek sejarah berharga sebagai aksesori. Profesor Sussan Babaie, seorang ahli seni asal Iran yang mengajar di Courtauld Institute, menyatakan marah dan mengungkap bahwa 'sangat luar biasa' untuk melihat situasi tersebut. Ia menekankan ketidakhadiran pengetahuan budaya dan sensitivitas dalam proses keputusan. Latar Belakang CeritaPendadai ini dimiliki oleh galeri Barron London, sebuah galeri di Mayfair yang terkenal dengan pemegangannya yang hati-hati terhadap barang-barang berharga. Dalam pernyataan galeri, mereka membeli pendadai dari Glenn Spiro pada tahun 1947. Karya seni ini dikaitkan dengan gundukan Ziwiye yang dicuri oleh peternak dan sejak itu dijual atau tersebar ke beberapa museum dan koleksi pribadi. Arahnya SelanjutnyaPerdebatan tersebut menimbulkan penilaian lebih lanjut terhadap institusi Barat yang memegang karya seni kuno. Masalah serupa juga muncul tentang kepemilikan British Museum atas barang-baru jebakan seperti Benin bronzes, tablet altar suci Ethiopia yang suci, dan Parthenon marbles. Selain itu, penggunaan rok Marilyn Monroe oleh Kim Kardashian di sebuah acara gala juga menimbulkan pertanyaan etis terkait penyimpanan makna sejarah. Waktu penampilan Zendaya dengan pendadai tersebut menambah lapisan lain dari perdebatan, karena datang saat operasi militer terhadap Iran yang merusak situs sejarah sedang berlangsung. Profesor Babaie menggarisbawahi situasi 'mengecewakan' di mana warisan budaya digunakan untuk promosi film tepat ketika konflik internasional menghancurkan warisan semacam itu.

Sumber: The Guardian


Melisa Hills

9 posts

Related post