- Stuart Machin, CEO Marks & Spencer, berencana untuk memodernisasi pengalaman online dan fisik di toko-tokonya.
- Renovasi Pantheon di Oxford Street London menjadi contoh awal perubahan di 200 toko besar M&S, sementara proyek Marble Arch menghadapi kritik karena dampak lingkungannya.
- M&S merencanakan investasi substansial sebesar £700 juta untuk memulihkan toko-tokonya dan meningkatkan operasional rantai pasokan.
Renovasi Pantheon di Oxford Street
Peralihan markas atas M&S, Pantheon yang berlokasi di Oxford Street London, menjadi langkah pertama dalam transformasi lebih luas. Stuart Machin, CEO M&S, menekankan bahwa perubahan ini merupakan simbol dari rencana modernisasi dan pertumbuhan perusahaan.
Machin Menyaksikan Modern Retail
Machin, terkenal dengan pendekatan operasionalnya yang tangan di depan, mengambil tugas untuk tidak hanya memodernisasi satu toko tetapi lebih dari 200 toko besar M&S. Visinya jelas: membuat berbelanja di M&S menjadi lebih mudah, terkurasi, dan inspiratif. Pantheon, yang dulunya teater operas di akhir abad ke-18 sebelum dipakai untuk tujuan retail pada tahun 1930-an, kini menjadi bukti dari arah baru ini.
Rekayasa Marble Arch

Rencana besar berikutnya adalah pengembangan ulang toko M&S di Marble Arch. Rencana ini melibatkan pembongkaran bangunan yang ada dan digantikan dengan gedung modern, 10 lantai tinggi tetapi hanya memiliki dua dan setengah lantai penjualan, menurut dokumen rencana.
Rencana baru ini menghadapi penghambatan signifikan karena kekhawatiran terkait dampak lingkungannya, khususnya sebagai bagian dari rencana Sadiq Khan untuk mendekatkan Oxford Street. Proyek ini sudah mengalami penundaan akibat tantangan hukum dan memerlukan persetujuan menteri hunian pada 2024.
Investasi Strategis untuk Pertumbuhan
Machin berkomitmen terhadap investasi substansional sebesar £700 juta yang bertujuan memodernisasi toko-tokonya, mengupgrade sistem rantai pasokan, dan meningkatkan pilihan produk. Rencana ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk mendapatkan kembali pangsa pasar, terutama di fashion dimana M&S telah melihat peningkatan signifikan.
Divisi makanan M&S juga berkembang, dengan 18 toko baru hanya menjual makanan yang akan dibuka tahun ini, membawa jumlah outlet operasional langsungnya melebihi 420. Selain itu, M&S terus mengalihkan operasinya kepada mitra franchise, saat ini mengoperasikan 705 toko hanya menjual makanan di seluruh dunia.
Tantangan dan Kritik
Walau memiliki rencana yang ambisius, Machin juga menghadapi beberapa tantangan. Seorang eksekutif senior pernah menyebut bahwa meskipun M&S telah meraih kembali sebagian pangsa pasar di fashion, perusahaan masih berjuang untuk kehilangan pangsa pasar besar di pakaian wanita. Sementara itu, insider lainnya menyoroti kesulitan yang terus berlanjut di pasaran luar negeri, dengan hanya 70 negara saat ini menjalankan operasinya.
Machin mengakui masalah-masalah tersebut tetapi tetap optimistis tentang masa depan M&S. Dia menekankan bahwa meskipun laba mungkin tidak selalu mencapai target, fokusnya adalah membangun bisnis yang lebih dinamis dan kompetitif. Sementara itu, perjalanan proyek Marble Arch akan menghadapi keputusan penting yang dapat menentukan kesuksesan jangka panjang merek tersebut dalam pemandangan retail yang semakin tantangan.
Sumber: The Guardian






