Poin Utama:
  • Lebih dari 50 pengembara suruhanjaya kembali ke UK setelah dipulangkan di bawah skema 'one in one out' dengan Prancis.
  • Jumlah orang yang kembali ke UK menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas perjanjian tersebut.
  • Pihak Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa pengembara suruhanjaya yang datang kembali akan dipulangkan lagi, tetapi beberapa pengembara suruhanjaya berpendapat sebaliknya.

Statistik dan Trend Utama

Skema 'one in one out', diperkenalkan pada September 2025, memungkinkan pemerintah UK untuk mendepor orang yang tiba dengan perahu kecil di Prancis sementara membawa sejumlah yang serupa pengembara suruhanjaya ke UK. Sampai tanggal 30 Juni 2026, terdapat 1.117 individu yang dipindahkan ke UK dan 1.087 kembali ke Prancis di bawah perjanjian ini. Namun, beberapa pengembara yang dipulangkan telah direkam kembali datang ke UK.

Reaksi dan Tantangan

Pada waktunya, menteri-menteri UK menyatakan bahwa pengembara yang datang kembali setelah dipulangkan akan dipulangkan lagi. Namun, pengembara yang kembali menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas skema tersebut dan perlakuan humanis bagi pengembara suruhanjaya. Seorang individu yang kembali setelah ditahan di Prancis berkata, 'Tidak ada tempat bagi pengembara suruhanjaya untuk pergi dan merasa aman dan damai di Eropa.' Sementara itu, seorang lainnya yang akhirnya dipulangkan ke Prancis setelah menghabiskan lima bulan dalam penahanan UK berkata, 'Saya tidur di jalan-jalan Paris karena Prancis ingin mengirim saya kembali ke Bulgaria di mana saya dicetak. Saya lebih baik di penahanan UK.'
Lebih dari 50 Pengembara Suruhanjaya Kembali ke UK di Bawah Skema ‘One in One Out’ dengan Prancis
Lebih dari 50 Pengembara Suruhanjaya Kembali ke UK di Bawah Skema ‘One in One Out’ dengan Prancis

Pandangan Kementerian Dalam Negeri dan Hukum

Pihak Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa mereka memiliki perjanjian dengan Prancis, bahwa siapa pun yang mencoba kembali ke UK setelah dipulangkan akan dihadapi lagi. Mereka juga melaporkan bahwa sejak pemilihan umum, ratusan tindakan hukum terkait jaringan perdagangan manusia ilegal telah dilakukan, menghasilkan penghapusan atau pengembalian lebih dari 70.000 imigran ilegal.

Pandangan Ahli Hukum dan Oganisasi Nirlaba

Griff Ferris, seorang advokat untuk pengembara suruhanjaya dari Joint Council for the Welfare of Immigrants, menekankan bahwa rute perjalanan aman harus tersedia bagi semua orang. 'Orang-orang yang melarikan diri dari perang, penindasan, dan kerusakan iklim dipaksa mengambil rute yang sangat berbahaya,' kata Ferris, 'karena tidak ada cara lain.' Ferris menyatakan bahwa UK harus mewujudkan lebih banyak jalur hukum daripada bergantung pada skema deportasi.

Kesimpulan

Pengembalian beberapa pengembara suruhanjaya di bawah skema 'one in one out' menyoroti tantangan dan pertanyaan etis yang terus berlangsung tentang kebijakan imigrasi. Sementara diskusi masih berlanjut, ahli memanggil untuk fokus pada rute perjalanan aman sebagai gantinya dan memastikan perlakuan humanis bagi mereka yang mencari pengasuhan.

Sumber: The Guardian


Newton Thiel

30 posts

Related post