- Justin Langer belum menerima kontak dari ECB tentang pelatihan tim Test pria Inggris.
- Dia menyangsikan apakah konsep baru ini dengan pelatih red-ball yang beroperasi bersama Brendon McCullum dapat berjalan efektif.
- Langer terbuka untuk peluang mengajarkan Inggris, melihatnya sebagai salah satu pelatihan utama di dunia.
Status Saat Ini dan Prospek
Justin Langer, mantan kapten Test Australia dan pelatih, secara terbuka mengatakan bahwa ia belum menerima kontak dari Komite Kriket Inggris (ECB) tentang potensi pelatihan tim pria Test. Hal ini datang setelah Brendon McCullum baru-baru ini dipecat oleh ECB, meninggalkan posisi yang terbuka dalam hierarki kriket mereka.

Langer juga mengungkapkan keraguan tentang konsep baru memiliki pelatih red-ball yang beroperasi bersama McCullum, yang akan terus memimpin tim putih. Langer percaya bahwa untuk konsep ini dapat berjalan efektif, kedua pelatih harus memiliki pendekatan yang sama dan bekerja dengan baik bersama. Ia mengutip contoh sejarah sebagai bukti bahwa seperti itu jarang berhasil.
Walaupun skeptis, Langer terbuka untuk mempertimbangkan peluang mengajarkan Inggris jika tawaran tersebut muncul. Menurutnya, ada tiga peran pelatihan utama di dunia: kepala pelatih Australia, India, atau Inggris. Dia menekankan bahwa dia ingin memiliki pengawasan atas semua tim senior pria dan kesuksesan bermula pada penemuan individu yang kompatibel yang dapat bekerja dengan baik bersama.
Dalam diskusi lebih luas, Langer juga kritis terhadap teknik memukul bola beberapa pemain kriket Inggris saat ini. Dia khawatir tentang penurunan dalam teknik memukul bola yang dilihat selama seri Ashes terbaru dan menyoroti bagaimana teknik bowling modern membuat lebih mudah bagi pelari untuk memanfaatkan kaki lemah.
Masa depan Langer terlibat dengan kriket Inggris tetap dirasakan, mengingat kompleksitas dalam mengelola beberapa peran pelatih dan kebutuhan akan kesatuan antara para pelatih. Apakah dia akan dipertimbangkan lebih lanjut masih menunggu melihat pilihan ECB untuk proses seleksi mereka.
Sumber: The Guardian






