- Hampir semua ponsel di Australia menerima notifikasi, tetapi tidak semua mengeluarkan peringatan suara.
- Pengujian bertujuan mempersiapkan warga Australia untuk berbagai darurat dengan sistem yang akan diluncurkan pada Oktober.
- Beberapa pengguna melaporkan hilangnya atau penyalaan peringatan meskipun mereka dalam area sinyal dan memiliki perangkat yang kompatibel.
- Pihak pemerintah mengakui bahwa tidak ada peringatan darurat yang bisa 100% berhasil.
Apa yang terjadi selama uji coba AusAlertSebuah pengujian nasional sistem pemberitahuan darurat baru Australia, AusAlert, telah dilakukan. Tujuannya adalah memastikan semua perangkat—from ponsel pintar hingga jam tangan pintar dan tablet—menerima peringatan visual dan notifikasi suara. Namun, reaksi pengguna sangat berbeda.
Indigo Miller, bekerja dari rumah di Canberra, menyebutkan bahwa uji coba ini 'tidak membangkitkan minat' karena durasi suara yang singkat dan volume yang rendah. Sama seperti busker Dani Bainbridge, yang mencatat bahwa meskipun peringatan terdengar, ini hanya berhasil sebagian saja dengan suara tidak sampai semua orang di luar yang memiliki ponsel mereka di dalam.

Rincian Teknis Uji Coba
Agen Nasional Manajemen Darurat mengharapkan sekitar 80% Apple iPhones dan 16 juta perangkat Android menerima notifikasi. Namun, laporan menyebutkan bahwa beberapa model iPhone terbaru seperti 15 Pro dan perangkat lainnya termasuk ponsel Samsung tidak mendapatkan peringatan meskipun memenuhi persyaratan software.
Respons Pemerintah dan Rencana Masa Depan
Menteri Manajemen Darurat Federasi Kristy McBain mengakui bahwa uji coba ini berhasil sebagian. Dia menyoroti bahwa 94% tower seluler yang ditargetkan berhasil menyampaikan pesan, namun menyebutkan masalah bisa terjadi dari luar area sinyal, software usang, atau perangkat tidak kompatibel. McBain menekankan bahwa tidak ada metode komunikasi tunggal yang 100% handal dan AusAlert akan menjadi salah satu alat berbagai untuk layanan darurat.
Reaksi Publik dan Kekhawatiran
Dalam uji coba sebelumnya, pihak-pihak penasihat perlindungan keluarga mengungkapkan khawatir tentang risiko terhadap 'telepon yang aman'. Untuk mengurangi ini, otoritas menyarankan orang-orang dengan perangkat semacam itu untuk mematikannya selama 24 jam. Walaupun pencegahan ini telah dilakukan, reaksi bisnis dan individu berbeda. Misalnya, di Pustaka Negara NSW, siswa tingkatan XII mengalami ketergangguan yang berbeda-beda karena suara-suara itu melewati keheningan normal.
Sumber: The Guardian






