- Shiho Kuwaki memenangkan pertama kalinya juara besar dengan kemenangan tak terduga
- Birdie Esther Henseleit di hole akhir mengakibatkan play-off, namun keberuntungan buruk yang dialaminya menarik perhatian
- Japan meraih kemenangan berturut-turut dalam Open Wanita
Masalah Yang Terjadi
Dalam edisi ke-50 Open Wanita di Royal Lytham & St Annes, ketegangan berlangsung hingga Shiho Kuwaki memastikan kemenangannya dengan permainan play-off yang menakjubkan melawan Esther Henseleit. Saat akhir putaran pertama, pukulan birdie Henseleit dari 45 kaki di hole 18 membawa mereka ke play-off. Selama pertarungan pertamanya kembali ke green, Kuwaki memainkan pukulan approach yang sempurna yang memastikan posisinya untuk ekstensi turnamen. Ketika twist nasib datang ketika pukulan tee Henseleit mengenai kaki bawah seorang volunteer marshal dan meluncur masuk ke bush gorse. Meski maju pukulannya, posisi Henseleit jelas lebih unggul untuk Kuwaki yang akhirnya memenangkan pertandingan dengan empat stroke di hole 18.

Reaksi
Pendukaan Henseleit adalah salah satu momen dramatis banyak selama kejuaraan ini. Pemimpin awal seperti Yealimi Noh dan Ryu Hae-ran kalah, sementara Jeeno Thitikul berhasil memperoleh skor rendah tetapi masih ada di belakang Kuwaki.
Tertulis terkenal, performa Woad Lottie menggambarkan pukulan putt dinginnya pada babak awal, meninggalkannya di minus satu. Anna Nordqvist, yang ditunjuk sebagai kapten European Solheim Cup untuk acara ini, mengaku merasa lelah karena peran ganda bermain dan membimbing, hal tersebut mempengaruhi permainannya.
Latar Belakang
Open Wanita melihat dominasi Jepang dengan kemenangan berturut-turut. Kemenangan Kuwaki menambah bagian baru dari kesuksesan Jepang dalam kejuaraan besar. Turnamen menghadapi udara yang unik karena para pemain berjuang dengan tekanan memenangkan gelar prestisius, hal tersebut terlihat di wajah mereka.
Yang Akan Datang
Kemenangan Kuwaki bukan hanya kemenangan pribadi tetapi juga sebuah cerita tentang ketabahan dan keberanian. Dia mewakili Jepang dalam kemenangan bersejarah berturut-turut untuk negara tersebut. Meski kondisi sulit dan tekanan, performa Kuwaki dianggap memuaskan.
Sumber: The Guardian






