- Arsitek Foster + Partners tidak dianggap bertanggung jawab atas kematian seorang pengemudi bus yang dibunuh oleh jendela yang jatuh.
- Kelola proyek St James dan insinyur Lindner Prater ditempatkan bersalah atas pelanggaran keselamatan.
- Kejadian terjadi di Corniche, sebuah pembangunan menara mewah di Albert Embankment, London.
Pendahuluan Kejadian
Dalam pengadilan Inner London, arsitek Foster + Partners, yang bertanggung jawab atas beberapa bangunan terkenal dunia seperti Gherkin dan Reichstag, tidak dianggap bertanggung jawab atas kematian Mick Ferris, seorang sopir bus yang tewas saat jendela dari atap penthouse baru jatuh ke jalan raya dibawahnya. Kejadian terjadi di Corniche, sebuah pembangunan mewah di mana jendela berbobot 130kg (287lbs) turun 90 meter dan langsung membunuh Mr. Ferris.
Penentuan Hukum dan Detail

Penuntut memajang kasus terhadap Foster + Partners, insinyur desain Wintech, kelola proyek St James, dan perusahaan konstruksi Lindner Prater atas pelanggaran keselamatan di bawah UU Keselamatan Kerja 1974. Setelah mempertimbangkan selama lebih dari 11 jam, majelis hakim bersihkan F+P dan Wintech tetapi menemukan St James dan Lindner Prater bersalah atas lalai keselamatan publik.
Kejadian itu terjadi setelah panel jendela lainnya jatuh pada Agustus 2017, yang beruntung tidak mengakibatkan cedera. Namun, pengadilan mendengar bahwa tidak ada perubahan dilakukan untuk menangani risiko potensial, meskipun terdapat ancaman besar dari jendela yang bisa membuka ke luar. Penuntut berpendapat bahwa kematian Mr. Ferris dapat diprediksi dan bahwa desainer tersebut telah mengabaikan perhatian signifikan.
Pandangan Ahli dan Tanggapan
Seorang pembicaraan dari Foster + Partners menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Mr. Ferris: Kami memperhatikan keputusan pengadilan dan mengucapkan terima kasih kepada majelis karena waktu dan perhatian yang mereka berikan dalam mempertimbangkan masalah ini.
Demikian juga, Wintech menyatakan komitmen mereka untuk belajar dari insiden tersebut, sementara St James mengakui keputusan dan bersumpah untuk merenungkannya dengan implikasinya.
Lindner Prater belum memberikan tanggapan resmi terhadap keputusan pengadilan. Penuntut menyoroti bahwa F+P harus memperkirakan risiko karena pengalaman mereka yang luas dalam bangunan dengan kaca seperti Gherkin. Meskipun berada di sektor visual dari desain, advokat perusahaan Foster + Partners menyatakan bahwa peran perusahaan tersebut terbatas dan berkonsentrasi pada estetika daripada masalah teknis.
Impak di Masa Depan
Kasus ini menyoroti pentingnya patuh kepada protokol keselamatan dalam proyek konstruksi, terutama yang melibatkan desain inovatif. Sebagai industri, ada fokus yang ditingkatkan pada penegakan standar dan praktik untuk mencegah tragedi serupa. Hasil hukum ini menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek arsitektur dan insinyur untuk memprioritaskan keselamatan publik dengan cermat.
Sumber: The Guardian






