- Sebuah penelitian oleh ekonom dari Claremont Graduate University dan Universitas Wuhan mengidentifikasi empat kelompok berpikir yang unik berdasarkan pikiran-pikiran mereka.
- Kelompok-kelompok ini mencakup pengejar, pekerja rumah tangga, pemikir fisik, dan kerja keras, main gembira.
- Pikiran seseorang didominasi oleh pekerjaan, tugas-tugas rumah tangga, kesehatan pribadi, atau kombinasi antara karir dan kegiatan hiburan.
- Para peneliti menemukan bahwa apa yang dipikirkan orang lebih dapat memprediksi kebahagiaannya daripada faktor-faktor lainnya.
Penelitian Ungkap Pola Berpikir yang Tertinggal
Berbagai penelitian terbaru telah memberikan wawasan baru tentang cara beragam pikiran modern memproses informasi. Ekonom dari Claremont Graduate University dan Universitas Wuhan, China, menganalisis lebih dari 23.000 respons real-time dari partisipan berusia antara 18 sampai 65 tahun yang menggunakan aplikasi seluler untuk merekam pikiran-pikirannya sepanjang dua minggu. Temuan temuan tersebut menunjukkan empat kategori berpikir yang unik: pengejar, pekerja rumah tangga, pemikir fisik, dan kerja keras, main gembira.
Pengejars
Satudan kategori disebut 'pengejars,' karena mereka menghabiskan hampir 60% waktu lebih banyak untuk berpikir tentang peristiwa dunia, politik, dan isu sosial dibandingkan rata-rata. Pikiran-pikirannya seringkali berkutat dengan masalah keselamatan, kesehatan, dan krisis global seperti pandemi yang terus berlangsung. Menariknya, kelompok ini juga berpikir tentang musik dua kali lipat lebih banyak, mungkin mencari pengalaman emosional dari kekhawatiran mereka.
Pekerja Rumah Tangga

Kedua kategori yang dikenali sebagai 'pekerja rumah tangga' mengdedikasikan 50% lebih banyak pikirannya untuk tugas-tugas rumah tangga dan urusan keuangan. Pikiran-pikiran mereka meluncur ke dunia film, buku, dan seri TV dengan frekuensi yang sama. Kata-kata 'menyelesaikan' dan 'debat' sering kali menjadi bagian dari proses pikirannya, menunjukkan fokus pada masalah praktis dan intelektual.
Pemikir Fisik
'Pemikir fisik,' kelompok ketiga, menghabiskan waktu yang jauh lebih banyak untuk berpikir tentang perasaan, pengalaman, dan kesehatan fisik secara keseluruhan. Kelompok ini cenderung lebih muda dengan usia rata-rata 32 tahun, dan mayoritasnya adalah wanita. Mereka mengalami tingkat intrusif pikiran tertinggi, seringkali terkait dengan kekhawatiran kesehatan dan perluas bantuan. Keberadaan kata-kata seperti 'nyeri' dan 'mengejutkan' dalam pikirannya menunjukkan mereka lebih sensitif terhadap sensasi fisik dan kondisi mental.
Kerja Keras, Main Gembira
Penyata terakhir disebut 'kerja keras, main gembira,' yang menyeimbangkan pikirannya antara pekerjaan dan hiburan. Mereka menghabiskan 50% waktu lebih banyak pada urusan pekerjaan tetapi juga mendedikasikan tambahan 25% dari pikirannya untuk hobi dan kreatifitas. Kelompok ini melaporkan tingkat pendapatan dan kebahagiaan tertinggi di antara semua empat kelompok.
Para peneliti mencatat bahwa meskipun kelompok-kelompok ini tidak mutlak, mereka menawarkan pandangan yang mendalam tentang bagaimana pola berpikir manusia dapat bervariasi secara luas dalam satu populasi. Mereka mengingatkan untuk tidak umumkan temuan-temuan tersebut karena hanya mewakili partisipan yang masuk ke demografi WEIRD (Wiset, Educated, Industrialized, Rich, and Democratic).
Dr. Joshua Tasoff, salah satu penulis penelitian, menekankan bahwa orang bisa berpindah antara kelompok-kelompok ini, menggambarkan bahwa pola berpikir tidak statis tetapi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi kesehatan atau peristiwa hidup.
Sumber: The Guardian






