- Ed Miliband dijadwalkan mengambil tempat Inggris dalam Dewan Bank Dunia.
- Kebijakan ini menandai fokusnya pada perubahan iklim dan pengembangan luar negeri di kebijakan luar negeri Inggris.
- Kritikus menyatakan anggaran bantuan pertolongan kemanusiaan Inggris telah dipotong, sementara pendukung melihat potensi peningkatan dana perubahan iklim.
Peran Baru Ed Miliband di Bank Dunia
Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, siap mengambil posisi penting dalam Dewan Bank Dunia. Gerakan ini menandai niatnya untuk memfokuskan pengembangan internasional dan perubahan iklim dalam hubungan luar negeri Inggris.

Kegunaan Gerakan IniPilihan Miliband menggarisbawahi komitmen Inggris untuk mengatasi isu-isu global seperti perubahan iklim dan pengembangan luar negeri. Tradisional, posisi ini ditempati oleh menteri junior, tetapi kini akan dipimpin oleh Miliband sendiri. Hal ini menandai peran aktif dalam membentuk perubahan di Bank Dunia yang diketahui disorot negara-negara berkembang.
Pada masa perselisihan lingkungan, termasuk kebakaran hutan di Prancis dan Spanyol, wabah panas di Eropa, dan kekeringan di bagian Inggris, krisis-krisis ini menyoroti perlunya kebijakan iklim yang kuat baik secara domestik maupun internasional.
Opini AhliLord Stern, seorang profesor dari London School of Economics, memuji pilihan Miliband. Ia mengatakan, 'Sebagai mantan ekonom senior dan vice-president Bank Dunia, saya tahu bahwa Inggris dapat berlaku lebih kuat daripada yang seharusnya.' Stern menambahkan, 'Tapi hanya jika ada kepemimpinan dari atas. Dalam beberapa tahun terakhir, hal itu telah lenyap. Ed Miliband akan memulihkan pengembangan dan perubahan iklim sebagai prioritas dalam hubungan internasional kita yang harus mereka miliki.'
Persaingan yang BeradaMiliband menghadapi anggaran bantuan pertolongan kemanusiaan yang mengecil dan keputusan sulit tentang alokasi. Pemerintahan buruh sebelumnya di bawah Keir Starmer telah mengurangi bantuan luar negeri dari 0,5% menjadi 0,3% dari penerimaan nasional bersih, serta mengurangi dana perubahan iklim sebesar 14%. Kritikus menegaskan bahwa potongan-potongan ini merugikan kredibilitas Inggris dalam inisiatif lingkungan global.
Pendukung seperti Mohamed Adow, direktur dari Power Shift Africa, menyambut keputusan tersebut tetapi mengingatkan bahwa hal itu harus menuntun ke tindakan konkret seperti peningkatan dana perubahan iklim dan memastikan penerbitan lebih cepat dana untuk membantu negara-negara berkembang. Jonathan Hall dari Conservation International Inggris mencoba menyuarakan hal yang sama, menekankan pentingnya target jelas untuk membiayai ekosistem alam.
Harapan Masa DepanInggris akan memimpin Grup G20 pada November, menghadapi tantangan energi dan keamanan pangan yang diperparah oleh ketegangan geopolitik dan tekanan lingkungan. Rachel Kyte, pengusung iklim Inggris, percaya bahwa pengalaman Miliband dapat menjadi sangat berharga dalam memobilisasi tindakan global.
Secara keseluruhan, pilihan Ed Miliband sebagai wakil Inggris di Bank Dunia merepresentasikan komitmen kuat terhadap pengembangan internasional dan perubahan iklim. Meskipun tantangan ada di depan, kepemimpinannya dilihat sebagai penting dalam menangani kompleksitas interaksi antara isu-isu lingkungan dan geopolitis yang memahami dunia kita hari ini.
Sumber: The Guardian






